This slideshow requires JavaScript.
Pembaca setia, genirangrang. Ada yang menarik dengan kejadian hari ini. Yang pertama ini adalah tulisan saya tepat yang keseratus (belum banyak yang di publish), kemarin saya memberikan pengarahan kepada warga di kelas agar kita dapat duduk bersama di tengah suasana yang santai dengan tawa yang satu frekuensi.(macam radio).
Saya akan bercerita tentang objek yang akan saya ceritakan. “Kami “yang akan saya ceritakan disini adalah mahasiswa ITB seamolec. Komposisi kami terdiri dari berbagai macam warna. Bahkan saya belum pernah menemukan suasana belajar dengan seberagam ini. Di mulai dari etnis, kami memiliki banyak suku mulai dari ternate , mataram, jawa, kalimantan, bali, padang, batam, dll. Rentang umur mahasiswa yang hadir disini mulai dari kelahiran 1991 sampai 84 yang tertua (kalau ndak salah). Dari sifat dan karakteristik, kami di bangun dari berbagai macam latar belakang, mulai dari yang pintar SEKALI, alim SEKALI, biasa SEKALI, komunis SEKALI(mungkin iya mungkin tidak), manja SEKALI, dewasa SEKALI. Macam-macam pokoknya. Kami sebut keluarga ini keluarga batch 5 SEAMOLEC.
Alhamdulillah saya di tunjuk menjadi kepala keluarga disini. Memang masih banyak yang lebih tua, lebih pantas dan lebih mau untuk menjadi ketua ini. Memang dulu saya adalah seorang orator jalanan, pebisnis jalanan. Lebih banyak dikenal orang-orang di bandung karena saya mendemo mulai dari Presiden sampai dosen(ah kurang ajar). Intinya hanya sebagai penyeimbang. Untuk pengalaman pembicara publik sudah macam-macam dimulai dari yang umur TK (pas ngaji), Umur mahasswa (seminar dsb), Terus orang tua waktu saya jadi trainer guru-guru untuk software Akuntansi.Alhamdulillah dengan bekal pengalaman dulu saya terbiasa menghadapi psikologi manusia yang macam-macam, walaupun masih harus banyak belajar.
Pada tanggal 14 Desember 2011 saya sebenaranya tidak bisa hadir kekelas karena harus mengerjakan project dari pak Risal dengan 4 teman yang lain. Tetapi serasa masih ada yang mengganjal daridalam diri saya jika tidak mengantarkan doa pagi untuk teman-teman, serasa masih ada yang mengganjal ketika tidak bersua dengan keluarga baru saya. Maka saya sempatkan hadir untuk memberikan pengarahan. Saya hanya menceritakan kepada teman-teman. Bahwa kita ini sedang menunggu waktu “kehancuran”. Apa sebab? karena kita tidak saling mengenal. Akhirnya saya jelaskan dampak buruk budaya orang teknik apalagi informatika yang secara sistemik “menjadi manusia individual”. Tapi kita tidak ingin seperti itu dengan berbagai reason yang ada. Akhirnya di bantu dengan mas TRISNA, abang saya tercinta, beliau bersedia merelakan tenaganya untuk mau membantu memungut uang dari teman-teman. Alhamdulillah akhirnya berjalan lancar.
Deg-degan pagi hari. Saya khawatir anak-anak tidak banyak yang datang. Ehehehe, tapi luar biasa pagi ini. Kami dapat melakukan pemanasan diselingi dengan celotehan khas anak2 batch 5 yang NO SARA. sebentar pemanasan akhirnya kami berlari menuju pentas track lari. Kami berlari 3 putaran dan walhasil semua bisa finish dengan badan yang berkurang 5 kg masing2. Ahahaa termasuk yan ukuran XL. Dari sini lah petaka buat awak dimulai. Ketika istirahat malah saya gag ada angin gag ada ujan di ceburin ke danau sama rombongan dengan gaya tawuran dari belakang. Ohohoho, sampe di tegur antek-anteknya rektor UT.ehehe. Ternyata ini semua ide bang Akil,ahaha. Tapi karena saya belum mandi , ya ndak papalah , saya jadi bisa berdoa saat di zolimi.
Dari sana saya justru beru melihat rasa kekeluargaan diantara kami mulai terlihat bercampur. Prinsip berkeluarga adalah mengenal, memahami dan saling menanggung beban. Pelan tapi pasti, teman teman mulai melingkar dan berkenalan masing-masing pribadi. Ini sebenarnya acara puncaknya. Saya melihat teman-teman mulai mengenal , seenggak nya namanya pernah di dengar kembali oleh mereka. Mudah-mudahan mereka semua saling mengenal satu sama lain.
Di akhir acara kami duduk dan saya mencoba bercerita tentang kehebatan perkataan pemuda dan sandaran pada yang KUASA. Akhirnya kami terasa merasa fresh dan mulai rasa kompak satu sama lain . Oh ya saya juga mengucapkan selamat kepada kabinet baru batch 5 seamolec. Orang -orang di bawah ini
- Mas Iman sebagai Kedep Pendidikan bersama Mbak Maulida.
- MAs Trisna sebagai Menteri Keuangan di temani dengan Bu Tikha Solikha.
- Mas Yudha sebagai Menteri Agama.
- Mas Akil sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga.
- Mbak Wenda sebagai menteri peranan wanita
Selamat kepada yang terpilih. Saya pribadi memiliki beberapa harapan, agar teman-teman tetap mau terus berjalan dan menikmati proses sebagai seorang PEMBELAJAR HEBAT, selepas dari sini kita masih memiliki beban terhadap bangsa yang mungkin sedang bergantung kepada Keluarga BAtch 5 ini. Jangan pernah mengeluh sedikitpun!!!Yakinlah bahwa kita satu keluarga yang akan selalu menjaga dan melindungi. Yakinlah usaha kita akan sampai pada tujuannya, tetap jaga ibadah, PASTIKAN nilai kita akn sempurna di dunia dan akhirat. Raut semangat ini tidak akan terganti.!!!!Hidup perubahan hidup mahasiswa.
I call it pursuite of happiness, tetap semangat. Lain waktu akan kita coba undang MR Gatot dalam mensana incorporesano.

Dahlan Iskan
#1 by Maulida Mazaya's on December 15, 2011 - 7:35 am
parah km milih lgsung…tp it’s ok, hope I can do the best,
keep smile n don’t be unpredictable, sir! n also don’t be so strange to make somebody confused with ur dealing! ^^
#2 by genisurga on December 15, 2011 - 8:01 am
iam not unpredictable people. It appropriately for you.ahaha, , , don’t grumble. okay,,just do the task
#3 by harisd4itbseamolec on December 15, 2011 - 8:51 am
Hidup Seamolec, Hidup Indonesia……!!!
#4 by genisurga on December 15, 2011 - 1:45 pm
Hidup Allah dalam hatimu
#5 by Maulida Mazaya's on December 15, 2011 - 12:19 pm
ok sir, I’ll do the best 4our class. Don’t be strange again, that’s not good 4 ur life:P
#6 by genisurga on December 15, 2011 - 1:45 pm
hehehe…don’t be strange cause a coding. Hehehhehe